PT Relindo Prima Solusitama, perusahaan IT yang memiliki pangsa pasar bagi industri retail dan manajemen properti, resmi menjalin kerjasama dengan RetailNext, salah satu perusahaan pengembang IT kelas dunia, yang bermarkas di Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

“Produk sistem informasi yang dibangun RetailNext sangat bermanfaat bagi pelaku industri ritel seperti pertokoan maupun pusat perbelanjaan di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya melalui platform analitik yang mencakup analisa jumlah pelanggan (shopper), kebiasaan pelanggan, berapa lama waktu pelanggan menghabiskan waktu melihat-lihat sebelum membeli, hingga menganalisa trafik (lalu lintas) calon pembeli pada jam-jam tertentu,” kata Presiden Direktur PT Relindo Prima Solusitama, Andreas Kartawinata pada acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/4).

Andreas menilai, seiring perkembangan teknologi digital, industri retail ikut terkena dampak perubahan, khususnya dalam hal teknologi. Saat ini, pelaku usaha ritel dapat menganalisa berapa jumlah trafik dan karakteristik dari konsumennya, dengan memanfaatkan teknologi digital berupa aplikasi atau software yang diciptakan.

“Dari semua brand aplikasi atau software yang ada, cuma RetailNext yang secara komprehensif mampu menganalisa secara detail,” papar dia.

Secara global, lanjut Andreas, pemakaian platform analitik retail telah meningkat secara eksponensial. Perusahaan ritel di seluruh dunia paham betul akan besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan analisa mendalam terhdap pelanggan dan kebiasaan belanja mereka.

“Dengan memanfaatkan teknologi RetailNext, pebisnis ritel di Indonesia memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan hal tersebut demi meraup pasar global dan menjadi pembeda dengan pesaing,” ujarnya.

Sedangkan CEO Retailnext, Alexei Agratchev mengatakan, di Amerika Serikat hampir semua peritel telah memanfaatkan teknologi RetailNext.

“Kita menggunakan berbagai sensor, kamera, bluetooth dan juga video dari pergerakan customer di toko. Sistem akan menganalisa data, keamanan toko dan menganalisa video dari sensor-sensor itu,” tutur Alexei.

Alexei menambahkan, pihaknya memerlukan waktu bertahun-tahun dan menghabiskan biaya hingga ratusan juta dollar AS dalam pengembangan teknologi ini. Bahkan, untuk tahun ini saja, sejumlah US$15 juta telah digelontorkan untuk pengembangan lebih lanjut dari software RetailNext.

“Pengguna software RetailNext sudah mencapai 60 negara dan ditargetkan mencapai 90 negara diakhir tahun ini,” pungkasnya.

​Source : http://www.imq21.com/news/read/356265/20160401/175211/RetailNextBidikPasarIndustriRetaildanManajemenProperti.html

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?